Cara menggugurkan kandungan » Info Balita » Tanda Bayi Kekurangan Asi Yang Wajib Ibu Ketahui

Tanda Bayi Kekurangan Asi Yang Wajib Ibu Ketahui

Asi merupakan makanan utama bagi bayi baru lahir hingga bayi berusia 6 bulan. Asi berisi nutrisi penting yang di butuhkan oleh bayi di awal kelahirannya. Selama masih ASI eksklusif, bayi hanya di perbolehkan untuk mengkonsumsi ASI saja, tanpa tambahan makanan atau minuman apapun. dan bagai mana Ibu mengetahui tanda bayi kekurangan Asi.

tanda bayi kekurangan asi

Bayi rewel padahal sudah menyusui tentu membuat Ibu berfikir, “Sudah cukupkah ASI yang ku berikan? Apakah bayi mungil ini masih lapar?”. Untuk mengetahui hal tersebut, Ibu perlu memperhatikan beberapa hal atau melihat tanda-tanda yang di tunjukkan bayi. Kadang bayi memberikan sinyal khusus agar Ibu tahu bahwa ia sudah kenyang atau masih lapar. Keahlian mengenali ini bisa Ibu pelajari seiring dengan berjalannya waktu.

Berikut Ini Bayi Kekurangan Asi

Bayi lemes dan rewel : Tanda bayi kekurangan Asi adalah lemes dan rewel. Bayi yang tidak cukup mendapat Asi akan lemas dan mengantuk sepanjang hari. Ia juga enggan untuk bermain.

Penurunan berat badan : Terjadinya penurunan berat badan pada bayi. Pada minggu pertama kelahirannya, wajar memang jika berat badan bayi menyusut. Namun umumnya setelah itu berat badannya akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan usianya.

Bibir dan mata bayi kering : Kondisi bibir dan mata bayi yang kering. Kekeringan pada mata dan bibir ini di sebabkan oleh dehidrasi akibat kurang asupan dan cairan.

Urin berwarna gelap : Tanda lain dari bayi kekurangan Asi, urin berwarna gelap juga dapat menjadi pertanda bahwa bayi kekurangan Asi. Semakin terang dan jernih warna urin bayi, maka menunjukkan bahwa Asi cukup. Namun semakin gelap warna urin bayi maka bisa di pastikan ia kekurangan Asi.

Baca artikel : Jadwal makan bayi 6 bulan

Kotoran gelap dan sedikit : Tak hanya urin yang berwarna gelap, Tanda bayi kekurangan Asi adalah kotoran yang di keluarkannya berwarna gelap dan jumlahnya pun sedikit. Tanda ini dapat muncul pada hari kelima setelah hari lahirnya. Ibu perlu waspada jika menemukan tanda ini pada bayi.

Jarang buang air kecil : Bayi yang pipisnya jarang juga mengindikasikan bahwa tanda bayi kekuranga Asi. hal ini dapat di ukur dengan melihat jumlah popok yang basah setiap harinya. Jika dalam waktu 24 jam popoknya tidak basah, maka Ibu perlu waspada. Pastikan bayi tidak kekurangan Asi dan cairan.

Sering menyusu tapi tidak puas : bayi kekurang Asi juga di tunjukkan dengan kondisi bayi yang sering menyusu namun terlihat tidak puas. Bayi yang tidak puas akan kerap menangis dan meminta menyusu lagi.

Durasi menyusu terlalu panjang atau pendek : Ibu perlu curiga jika bayi menyusu sangat singkat atau bahkan terlalu lama. Pasalnya, bayi yang menyusu terlalu lama atau terlalu pendek durasinya ini merupakan tanda bayi kekurangan ASi.

Tanda Bayi Cukup Asupan

Selain perlu mengetahui tanda bayi kekurangan Asi, Ibu juga perlu mengetahui tanda bayi yang cukup asupan.

Berat badan meningkat cepat : Salah satu tanda yang paling terlihat jika bayi cukup asupan adalah dari berat badannya yang meningkat cepat. Oleh karenanya Ibu perlu untuk menimbang bayi secara teratur untuk mengetahui beratbadannya. namun jika kenaikan berat badan bayi kurang meningkat, mungkin pasokan Asi sedikit atau bisa juga bayi tidak menyusu dengan baik.

Panjang badan bertambah : Di samping berat badan yang meningkat, panjang badan bayi yang cukup asupan pun akan bertambah. Jadi selain menimbang, Ibu juga perlu mengukur panjang badannya secara teratur.

BAB dan BAK rutin : Bayi juga akan buang air besar dan buang air kecil secara rutin. Pada bayi berusia 3 hingga 4 minggu akan BAB setiap kali selesai menyusu. namun jika BAB kurang dari empat kali dalam sehari, ada kemungkinan bayi kurang mendapat asupan. Lalu untuk frekuensi BAK adalah sebanyak enam kali atau lebih dalam sehari dan urinnya tidak berwarna. Bayi yang berusia di atas tiga hari dan kurang mendapat asupan, maka urinnya akan berwarna merah kecoklatan.

Kebutuhan asupan bayi tentu di sesuaikan dengan usianya. Untuk bayi berusia di bawah 6 minggu, maka sebaiknya sisusui setiap 2 jam sekali atau minimal delapan kali dalam 24 jam. Namun setiap bayi juga memiliki kebutuhan yang berbeda-beda. Ada yang banyak dan ada juga yang sedikit untuk menyusu. Untuk itu sangat perlu untuk mengenali apakah bayi rewel tanda kekurangan Asi dan bagaimana mengenali bayi ketika cukup asupan seperti yang sudah di jelaskan di atas.

Open chat
1
Ada yang bisa kami bantu